Jumat, 25 Oktober 2013

SULAMAN LUKA

ku pandang sulamanku yang sudah selesai
ah,..... beginikah hasilnya ?
bertahun-tahun aku menyulamnya
bertahun-tahun aku mengumpulkan benang-benangnya


entah mengapa aku begitu menyukainya
meskipun setiap kali memandangnya
luka itu menganga lagi
tapi...aku senang menyimpannya

sulaman berjudul Luka
terbuat dari benang-benang amarah, benci dan air mata
menggantung didinding hatiku
memenjarakan asaku

kini, sulaman itu sudah tidak tergantung lagi
aku hanya pasrah memandangnya
tatkala KAU menanggalkannya, mencelupkan di darah-MU
dan memasang sulaman hati-MU didinding hatiku.


LUKISAN SANG BAPA

LUKISAN SANG BAPA

Tidak semua keinginan dapat kita raih
Terkadang apa yang kita kumpulkan dengan susah payah harus kita relakan berhamburan di tanah
Namun, pemenang sejati adalah dia yang mampu mensyukuri apapun yang terjadi

Terkadang kita menuduh DIA bisu, karena DIA tak segra menjawab
Terkadang kita menuduh DIA tuli, karena DIA sepertinya tak mendengar
Terkadang kita menuduh DIA jahat, ketika DIA mengambil yang baik padahal sesungguhnya DIA sedang menggantinya dengan yang terbaik

Masalahnya hanyalah masalah waktu, seandainya kita mau sedikit bersabar kita kan melihat waktu-NYA pastilah yang terindah
DIA tak meminta apapun dari kita, DIA hanya meminta kita mempercayai-NYA dengan sepenuh hati

Dengarkan apa yang di katakan-NYA : “ Oleh karena engkau berharga di mata-KU dan mulia dan AKU ini mengasihi engkau “ (YESAYA 43:4a) “Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU” (YESAYA 49:16a)

Kau dan aku terlukis di telapak tangan Sang BAPA.

LUKISAN SANG BAPA
Tebal :94 halaman
Penerbit :LEUTIKAPRIO
Harga : 26.800,-


KETIKA KEHENDAK-MU JADI


Ini malam kedua aku menemanimu, kau masih tetap sama tanpa perubahan yang berarti. Matamu masih tertutup, nafasmu masih terdengar begitu berat dan selang-selang kecil masih menempel di tubuhmu.

Sambil menggemgam tanganmu, berkali-kali aku mengajakmu berdoa. Aku tau meski matamu tertutup telingamu masih awas mendengarku. Dalam diammu aku melihat sesekali air matamu mengalir , aku tak tau apa yang membuatmu menangis, apa kau sedih melihatku atau kau sedih mendengar doaku ? Aku tidak meminta apapun pada-NYA, aku hanya meminta-NYA untuk memberikan keajaiban padamu agar kau bisa membuka mata dan pulang bersamaku. Hanya itu, hanya itu yang ku minta dari-NYA.

Tapi entah kali ini, ketika aku menggemgam tanganmu lagi, hatiku begitu hancur. Aku tak tega melihatmu. Andai aku bisa menggantikanmu, ingin rasanya aku yang terbaring di situ. Aku memohon lagi pada-NYA atau lebih tepatnya memaksa-NYA, bukankah jika DIA mau DIA bisa melalukan apapun termasuk menyembuhkanmu ? Kuncinya hanya ada pada-NYA. Aku akan terus memaksa-NYA.

Tapi saat ini aku tak ingin memaksa-NYA . Bukan !...bukan karena aku lelah tapi aku sadar DIA yang memegang kendali atas semuanya. Sejujurnya terlalu berat bagiku untuk mengatakan ini pada-NYA. Aku faham akan konsekuensi yang kukatakan.Namun, dari mulutku akhirnya kata-kata ini mengalir juga. Dengan air mata berlinang aku berkata pada-NYA “ Kehendak-MU yang jadi “.

Beberapa saat berlalu aku merasa ada kehangatan yang membanjiri hatiku dan aku melihat ada senyum yang tersungging di wajahmu meskipun matamu masih terpejam tapi itu masih lebih baik. Aku pikir ini pasti pertanda baik. Mungkin memang, DIA tak ingin di paksa.
Nafasmu semakin teratur dan kau tampak tenang di tidurmu, aku sangat lega melihatmu. Tak berhenti-hentinya aku bersyukur pada-NYA. DIA mendengarku, ya DIA mendengarku tatkala ku berserah pada kehendak-NYA.

Namun semua kendali ada di tangan-NYA. Pukul 23.55 WIB di ruang ICU RSU Doris Sylvanus P.Raya kau pun membuka matamu dan tersenyum menatapku dan kemudian pergi bersama-NYA.

" Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang di kasihi-NYA " (MAZMUR 116:15)

Minggu, 13 Oktober 2013

KAU ALASANKU



hati ini di selimuti gerhana
kegelapan baluti jiwa
merongrong asa
mengubur cita

berpasrah pada belenggu
terbuai luka-luka masa lalu
tak berani ku kepakkan sayapku
tak berani ku buka mataku

harihari berlalu
mingguminggu berganti
tapi ku masih seperti dulu
meratapi hari, meratapi minggu

hingga perjumpaanku dengan-MU
telah mengubah hariku
mengubah mingguku
mengubah hidupku

KAU alasan tuk ku berani mengepakkan lagi sayapku
KAU alasan tuk ku berani membuka lagi mataku
menggapai citaku
meraih asaku
 
(P.RAYA,13 OKT 2013)

Rabu, 02 Oktober 2013

MENGAPA KU MESTI RAGU ?

Jika buluh yang terkulai tak KAU patahkan
Dan sumbu yang pudar tak KAU padamkan
Mengapa ku mesti ragu ?

Jika bunga-bunga bakung KAU dandani keindahan
Dan burung-burung di udara KAU limpahkan makan
Mengapa kumesti ragu ?

Jika kemenangan sudah KAU janjikan
Dan masadepan sudah KAU sediakan
Mengapa kumesti ragu ?

Bukankah semua hanya masalah waktu ?
Dan waktu-MU yang terbaik buatku?
Mengapa kumesti ragu ?

Bukankah nyawa-MU pun KAU berikan untukku ?
Mengapa kumesti ragu ?
Mengapa kumesti ragu ? pada-MU?
(P.RAYA, 27-08-2013)

Senin, 25 Maret 2013

SUDAH SELESAI

Dengan tertatih-tatih
Dengan berdarah-darah
KAU tetap melangkah
KAU redam s'mua amarah
KAU hapus s'mua salah

Di bukit Tengkorak itu
Di palang kayu itu
Dengan tangan-kaki terpaku
Dengan berhiaskan mahkota duri
KAU katakan... " SUDAH SELESAI !"

Ya...SUDAH SELESAI !
Selesai 'tuk semua pelanggaranku
Selesai 'tuk semua sakit-penyakitku
Selesai 'tuk semua masalahku
SELESAI ! SUDAH SELESAI !!!

(P.RAYA, 24-03-2013)

Jumat, 22 Maret 2013

DI BUKIT ITU

Langkah-langkah terseok
Kayu kasar di pundak
Tubuh tercabik-cabik
Deraan ganasnya cambuk

Berkali-kali terjatuh
Tetap tak menyerah
Peluh-peluh darah
Bercucuran bagai air bah

Bilur-bilur itu
Hilangkan s'mua nyeriku
Tetes-tetesan darah itu
Hapuskan s'mua nodaku

Di bukit itu
KAU tergantung untukku
Di bukit itu
KAU selesaikan untukku

(P.RAYA, 22-03-2013)