Friday, October 25, 2013

KETIKA KEHENDAK-MU JADI


Ini malam kedua aku menemanimu, kau masih tetap sama tanpa perubahan yang berarti. Matamu masih tertutup, nafasmu masih terdengar begitu berat dan selang-selang kecil masih menempel di tubuhmu.

Sambil menggemgam tanganmu, berkali-kali aku mengajakmu berdoa. Aku tau meski matamu tertutup telingamu masih awas mendengarku. Dalam diammu aku melihat sesekali air matamu mengalir , aku tak tau apa yang membuatmu menangis, apa kau sedih melihatku atau kau sedih mendengar doaku ? Aku tidak meminta apapun pada-NYA, aku hanya meminta-NYA untuk memberikan keajaiban padamu agar kau bisa membuka mata dan pulang bersamaku. Hanya itu, hanya itu yang ku minta dari-NYA.

Tapi entah kali ini, ketika aku menggemgam tanganmu lagi, hatiku begitu hancur. Aku tak tega melihatmu. Andai aku bisa menggantikanmu, ingin rasanya aku yang terbaring di situ. Aku memohon lagi pada-NYA atau lebih tepatnya memaksa-NYA, bukankah jika DIA mau DIA bisa melalukan apapun termasuk menyembuhkanmu ? Kuncinya hanya ada pada-NYA. Aku akan terus memaksa-NYA.

Tapi saat ini aku tak ingin memaksa-NYA . Bukan !...bukan karena aku lelah tapi aku sadar DIA yang memegang kendali atas semuanya. Sejujurnya terlalu berat bagiku untuk mengatakan ini pada-NYA. Aku faham akan konsekuensi yang kukatakan.Namun, dari mulutku akhirnya kata-kata ini mengalir juga. Dengan air mata berlinang aku berkata pada-NYA “ Kehendak-MU yang jadi “.

Beberapa saat berlalu aku merasa ada kehangatan yang membanjiri hatiku dan aku melihat ada senyum yang tersungging di wajahmu meskipun matamu masih terpejam tapi itu masih lebih baik. Aku pikir ini pasti pertanda baik. Mungkin memang, DIA tak ingin di paksa.
Nafasmu semakin teratur dan kau tampak tenang di tidurmu, aku sangat lega melihatmu. Tak berhenti-hentinya aku bersyukur pada-NYA. DIA mendengarku, ya DIA mendengarku tatkala ku berserah pada kehendak-NYA.

Namun semua kendali ada di tangan-NYA. Pukul 23.55 WIB di ruang ICU RSU Doris Sylvanus P.Raya kau pun membuka matamu dan tersenyum menatapku dan kemudian pergi bersama-NYA.

" Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang di kasihi-NYA " (MAZMUR 116:15)

No comments:

Post a Comment