Tuesday, October 23, 2012

DIA NAHKODAKU


Ku berlayar arungi bahtera hidpku...
Terselip rasa bimbang dan ragu...
Kala badai menerpa kapalku...

Pulau yang indah di sebrang sana, itu tujuanku...
Di mana air mata duka tak kan bisa menyentuhku..
Dan kedamaian abadi menantiku...

Seringkali kapalku oleng dan badai berusaha menggelamkanku...
Aku takut...sangat takut... aku berseru memanggil TUHAN ku...
DIA pun datang menenangkan badai buatku...

Kini... ku tak kan takut lagi...
Karena DIA sekarang ada bersamaku, ku tak sendiri...
DIA nahkodaku...pulau indah di sebrang sana ku pasti kembali.
 
(19 november 2011)

TERIMAKASIH TUHAN


saat hidupku sepi, KAU menemaniku..

saat ku terjatuh , KAU mengangkatku...

saat ku menangis, KAU mengusap air mataku...

saat ku bersedih, KAU menghiburku...

saat ku terluka, KAU membebatku...

saat semua menolakku, KAU menyambutku...

saat ku menjauhi-MU, KAU berusaha menjangkauku...

saat ku menghianati-MU, KAU tetap mengasihiku....

terimakasih TUHAN, karna KAU slalu mengasihiku,meski ku tak layak tuk KAU kasihi
(palangkaraya, 19 nov 2011)

MASA DEPANMU SUNGGUH INDAH

Tetaplah bersamaku, ya TUHAN...jangan pernah jauh..
Saat langkah ku payah dan kakiku goyah...
Hanya di kaki-MU ku datang bersimpuh....


Bagai burung yang sayapnya patah...
Tak mampu lagi aku terbang dan menjauh...
Dan kini hanya pada-MU jua aku datang berserah.

Kala ku terjaga dan fajar merekah...
KAU menyambutku dengan kasih...
KAU berbisik di telingaku '' masa depanmu sungguh indah "

 " Sebab AKU ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKU mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan , untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (YEREMIA 29;11)

KEMARILAH....

AKU mendengar semua rintihanmu...
AKU melihat tetesan air matamu...
AKU mengerti semua bebanmu...


Datanglah pada-KU...
Ungkapkan semua keluh kesahmu...
Lihatlah tangan-KU yang selalu terulur padamu...

Jangan menjauh anak-KU...
Kemarilah, datanglah pada-KU...
AKU di dekatmu selalu bersamamu.

 AKU yang membebat setiap hati yang patah...
 AKU yang menampung setiap tetesan air matamu...
AKU yang menanggung semua beban beratmu....

 Dengarlah....
"  Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
AKU akan memberikan kelegaan kepadamu "
( MATIUS 11:28)
(palangkaraya, 13 nov 2011)

DIA MELUKISKU

Aku memang miskin dan lemah...
tapi aku bukan remah-remah...

Aku memang telah kalah...
tapi aku tak mau terjajah...

Aku kan terus melangkah...
dan aku tak akan menyerah...

Aku hanya ingin berserah ...
ke tangan DIA Sang Maha Pemurah....

Sebab  DIA sudah melukisku  dengan indah...
Di telapak tangan-NYA dengan tintah darah....

Bersama DIA kemenangan pasti akan aku raih...
Sebab aku hidup hanya karena anugrah.

'' Lihat , AKU telah melukis engkau di telapak tangan-KU ;
tembok-tembokmu tetap di ruang mata-KU '
( YESAYA 49:16)
 
(palangkaraya, 11 nov 2011)

KASIH


Telah lama aku mengembara...
Telah lelah aku berjalan...
Menyusuri langkah demi langkah...

Tuk mencari arti sebuah kata ''kasih''..ya ''kasih''
Kasih yang sejati...bukan kasih yang munafik !!!!
Kasih adalah fakta bukan kata-kata...

Letih....lesu jiwa ini...
Kering hati ini...
Mendambakan kasih...kasih yang sejati...
Kasih yang rela berkorban...bukan kasih yg egois !!!!
Tapi kasih..kasih yang sejati...
Dimana...dimana..aku mendapatkan kasih itu ???

Saat KAU datang YESUSku...
KAU curahkan sejuta kasih itu...
Ku tersungkur di kaki-MU..
Dan kurasakan kehangatan kasih-MU mengalir di hatiku...
TUHAN...selama ini ku salah menilai....
Mataku buta tuk memandang kasih-MU..

Duaribu tahun yang lalu...
KAU telah tebarkan kasih itu...
Kelahiran-MU di kandang domba yang hina...
Adalah bukti kasih-MU pada manusia yang berlumuran dosa
Yang mendambakan kasih...
 
TUHAN... dihari kelahiran-MU...
Ku ingin menikmati kasih-MU...
Ku ingin kasih-MU mengalir di hatiku...
Membaharui hidupku...
Selamanya selalu...
 
(palangkaraya, 10 nov 2011)
 

MELEBUR DI TANGANMU


Semua itu sudah terjadi...
Kebodohanku menghancurkan diriku sendiri...
Kini ku sendiri dalam lara tak terperi...
sSeorang diri tiada yang peduli...

Nasi sudah jadi bubur...
Semua sudah hancur...
Bagai butiran debu ku tersebar...
Dan kini...aku baru tersadar ?

TUHAN....inilah aku di kaki-MU...
Kumpulkanlah lagi butiran debu yg tersebar ini...
Bentuklah dan jadikan bejana yg baru...
Aku sudah hancur, biarlah ku melebur di tangan-MU, sang Penjunanku.
 
(palangkaraya, 8 nov 2011)