Sunday, October 13, 2013

KAU ALASANKU



hati ini di selimuti gerhana
kegelapan baluti jiwa
merongrong asa
mengubur cita

berpasrah pada belenggu
terbuai luka-luka masa lalu
tak berani ku kepakkan sayapku
tak berani ku buka mataku

harihari berlalu
mingguminggu berganti
tapi ku masih seperti dulu
meratapi hari, meratapi minggu

hingga perjumpaanku dengan-MU
telah mengubah hariku
mengubah mingguku
mengubah hidupku

KAU alasan tuk ku berani mengepakkan lagi sayapku
KAU alasan tuk ku berani membuka lagi mataku
menggapai citaku
meraih asaku
 
(P.RAYA,13 OKT 2013)

Wednesday, October 2, 2013

MENGAPA KU MESTI RAGU ?

Jika buluh yang terkulai tak KAU patahkan
Dan sumbu yang pudar tak KAU padamkan
Mengapa ku mesti ragu ?

Jika bunga-bunga bakung KAU dandani keindahan
Dan burung-burung di udara KAU limpahkan makan
Mengapa kumesti ragu ?

Jika kemenangan sudah KAU janjikan
Dan masadepan sudah KAU sediakan
Mengapa kumesti ragu ?

Bukankah semua hanya masalah waktu ?
Dan waktu-MU yang terbaik buatku?
Mengapa kumesti ragu ?

Bukankah nyawa-MU pun KAU berikan untukku ?
Mengapa kumesti ragu ?
Mengapa kumesti ragu ? pada-MU?
(P.RAYA, 27-08-2013)

Monday, March 25, 2013

SUDAH SELESAI

Dengan tertatih-tatih
Dengan berdarah-darah
KAU tetap melangkah
KAU redam s'mua amarah
KAU hapus s'mua salah

Di bukit Tengkorak itu
Di palang kayu itu
Dengan tangan-kaki terpaku
Dengan berhiaskan mahkota duri
KAU katakan... " SUDAH SELESAI !"

Ya...SUDAH SELESAI !
Selesai 'tuk semua pelanggaranku
Selesai 'tuk semua sakit-penyakitku
Selesai 'tuk semua masalahku
SELESAI ! SUDAH SELESAI !!!

(P.RAYA, 24-03-2013)

Friday, March 22, 2013

DI BUKIT ITU

Langkah-langkah terseok
Kayu kasar di pundak
Tubuh tercabik-cabik
Deraan ganasnya cambuk

Berkali-kali terjatuh
Tetap tak menyerah
Peluh-peluh darah
Bercucuran bagai air bah

Bilur-bilur itu
Hilangkan s'mua nyeriku
Tetes-tetesan darah itu
Hapuskan s'mua nodaku

Di bukit itu
KAU tergantung untukku
Di bukit itu
KAU selesaikan untukku

(P.RAYA, 22-03-2013)

Saturday, March 9, 2013

PELANGI PINJAMAN

Aku berdiri memandang langit yang suram. Kurasakan tamparan angin, keras menenerpa wajahku dari jendela kamar yang sengaja kubuka. Tak ada kerlip bintang malam ini, dan rembulan yang biasanya cemerlang kini ikut menghilang. Seakan mereka sengaja untuk menghindari aku .Bulir-bulir ini terus mengalir, meski berkali-kali aku menyekanya. Kenapa harus berakhir seperti ini ? Di saat mendung itu baru berlalu. Di saat pelangi itu baru saja berseri. Aku pikir kau beda ? Ternyata kau sama saja.

“ Aku gak bisa, La . Aku bosan dengan hubungan kuno seperti ini. Apa sich salahnya ? Semua orang melakukannya juga!”.
Kau pun pergi meninggalkan aku, tanpa menghiraukan jeritku memanggilmu. Aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku memang takut kehilanganmu. Aku tahu hari-hariku pasti akan sepi tanpamu, tanpa sms dan telponmu.

Langit ini semakin suram, gerimis yang sedari tadi turun, kini menjadi hujan deras yang di sertai halilintar. Aku hampir membeku, dan dengan terpaksa menutup jendela kamar ini dan menghempaskan tubuh lelahku di kasur empukku. Aku menutup wajahku dengan bantal dan berusaha memejamkan mata, tapi bayangan wajahmu, kembali menari-nari di mataku.

“ Aku butuh bukti, La !”. Lagi-lagi kau mengatakan itu. Kenapa kau selalu meminta bukti dariku ? Kenapa kau tak pernah percaya, jika aku sangat mencintaimu ? Aku memang tak bisa memberikan bukti itu padamu. Bukan karena aku tidak mencintaimu, bukan pula karena aku sok suci. Tapi karena aku sadar bukti yang kau minta itu salah dan itu sangat menyesatkan. Aku tak mungkin menyakiti hati-NYA.

Ya, kau memang berhasil. Kau memang berhasil mengangkat mendung itu dari hatiku dan memberikan pelangi bagiku. Tapi, hanya sesaat, hanya sesaat. Lalu kemudian kau tinggalkan mendung yang lebih pekat lagi untukku, lebih pekat dari sebelumnya. Ternyata, kau hanya meminjamkan pelangi itu untukku. ketika aku makin terbuai, lalu kau merampasnya dariku.

Aku menghapus bulir-bulir di mataku dan meraih MP3-ku. Suara Frangky Sihombing mengalun merdu di telingaku, membuatku makin tenggelam dalam syair lagu itu.

"...Saat yang lainnya begitu mudah sirna...

... kasih-MU, ya TUHAN tetap bertahan...
... ENGKAUlah alasan hatiku percaya...
... kasih masih ada dalam dunia .”

Inilah yang terbaik. Terbaik, bagi kau dan aku, hubungan kita berakhir disini. Kuakui, ini sangat berat buatku.Tapi, aku tetap percaya DIA masih pegang kendali atas semuanya dan semuanya indah pada waktu-NYA. Dan bila waktunya tiba, DIA pasti memberikan aku pelangi, pelangi yang sangat indah yang DIA berikan untukku selamanya. Walaupun saat ini aku sedang menangis, tapi aku tahu ini bukanlah air mata kekalahan melainkan air mata kemenangan. Dan DIA disana pasti tersenyum bangga padaku.

“ Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-MU “ (MAZMUR 119:9)


(P.RAYA, 08-03-2013)

Wednesday, March 6, 2013

NEGERI YANG DI TUJU

Saat ku melewati padang gurun tandus
Tiang awan-MU, meneduhkan terikku
Tiang api-MU, menghangatkan bekuku
Dari bukit batu, KAU alirkan mata air untukku


Sungguh besar dan ajaib ENGKAU
Dahsyat s'gala perbuatan-MU
Di lembah kekelaman, KAU menyertaiku
Dengan gada dan tongkat-MU, KAU menjagaku

BAPA, ampuni aku...
Jika hati ini, sering ragu
Jika mulut ini, masih suka menggerutu

BAPA, kumohon...
Kuatkan dan teguhkan aku
Bimbinglah, hingga tiba di negeri yang kutuju.

(P.RAYA, 06-03-2013)

Tuesday, March 5, 2013

KAU S'LALU HADIR

Rembulan yang tak lagi benderang
Bintang yang tak lagi berkedip riang
Dan sungai-sungai yang kerontang
Seakan mengerti hatiku yang bimbang

Dalam balutan resah
Dalam perih yang tercurah
Tertatih-tatih ku melangkah
Meraba-raba mencari arah

Di malam yang kian pekat
Di jalan yang kian sesat
Ku terpaku, mematung, sesaat
Kala ku lihat, sebias cahaya kian mendekat

Ya, KAU datang
Dengan cahaya yang kian terang
Hapuskan gelapku
Hancurkan bimbangku
Sembuhkan perihku

Ternyata, KAU s'lalu hadir
Di saat-saat terakhir
Di saat-saat aku hampir mundur
KAU s'lalu hadir, untukku
Bahkan di saat aku, tak menyadari hadir-MU

(P.RAYA, 05-03-2013)