Friday, October 26, 2012

INI TANGANKU....


Ku langkahkan kaki di jalanan berdebu...
Terik mentari menyengatku...
Peluh bercucuran di wajahku...
Dahaga menderaku...

Langkahku mulai terseok dan tertatih...
Kakiku sakit dan berdarah...
Hatiku bimbang juga resah...
Jalan ini begitu susah...aku sangat lelah

Ku tak sanggup lagi...
Ku tak mampu melangkah lagi..
Biarkan aku disini, di jalan berdebu dan sunyi...
Biarkanlah aku, biarkanlah aku sendiri...

Mentari tenggelam, malam menjelang...
Dalam samarnya cahaya bintang...
Ku lihat KAU datang...
Hadir-MU memberi terang membuat jiwaku kembalii bergirang...

TUHAN sungguh indah kasih-MU...
Tidak KAU biarkan aku sendiri dalam gelapku...
Tidak KAU biarkan aku menyerah dan kalah...
Ini tanganku TUHAN...bimbinglah dan tuntunlah...
Aku ingin selalu bersama-MU menyusuri perjalanan hidupku....
Hingga ahirnya aku kembali kepada-MU
 
(palangkaraya, 5 jan 2012)
 

RAJAWALI

Ada kalanya Tuhan menenangkan badai, adakalanya Dia membiarkan badai mengamuk dan Dia pun menenangkan Anda. (Anonim)



Dalam hidup ini angin tidak akan selamanya berhembus sepoi-sepoi. Adakalanya badai mengamuk dengan hebatnya dan memporak-porandakan semua kerja keras dan impian yang sudah kita bangun selama bertahun-tahun.
Kita berseru-seru kepada TUHAN, tetapi TUHAN seolah diam dan tidak peduli.

Akan tetapi jika kita fokus kepada TUHAN kita akan tau bahwa TUHAN ada, sangat dekat dan selalu ada di sisi kita.
TUHAN akan bekerja dengan cara dan waktunya sendiri, yang di butuhkan adalah kepercayaan kita kepada-NYA bahwa DIA ada dan ada tidak akan pernah membiarkan kita sendirian melewati badai.
 
 TUHAN telah menciptakan kita sebagai Rajawali, bukan Gagak yang suka memakan bangkai, bukan Merak yang suka pamer keindahan bulunya ataupun Beo yang suka meniru keadaan sekitarnya.

Kitalah Rajawali-Rajawali yang akan selalu terbang lebih tinggi saat badai melanda.
Rajawali percaya bahwa TUHAN sudah mengaruniakan sepasang sayap yang kuat supaya dia bisa terbang tinggi bahkan lebih tinggi lagi.

Rajawali sadar bahwa badai memang di perlukan untuk melatih sayapnya supaya dia menjadi kuat dan tangguh dan dia tidak akan menyerah.

Rajawali akan selamanya menjadi Rajawali badai yang hebat sekalipun tak kan bisa mengubah Rajawali menjadi seekor Gagak, Merak apalagi Beo.
 
(palangkaraya, 27 des 2011)

KAU YANG SELALU SERTAI...


Hadir-MU memberi warna...
Hitam putih penuh pesona...
Semuanya sarat dengan makna...
Bersama-MU hati yang merana jadi ceria...

TUHAN...indah semua rencana-MU..
Apa yang KAU izinkan terjadi, semua untuk kebaikanku...
KAU yang selalu pegang kendali, meski aku tak mengerti...
KAU yang selalu sertai, walau sering aku merasa sendiri...
 
(palangkaraya, 21 des 2011)

Thursday, October 25, 2012

KAU SENTUH JIWAKU...


Bibir bergetar...
Tiada kata mampu terlontar...
Hanya air mata yang terus mengalir...

TUHAN...betapa tersiksanya hati ini...
Ingin aku berlari menjauhi...
Tapi langkahku selalu terhenti...

Kelam masa lalu menghantui...
Tak mampu aku lepaskan diri...
TUHAN...hanya pada-MU aku pasrahkan diri...
Pertolongan-MU ku nanti...

KAU tersenyum menghampiri...
KAU sentuh lagi jiwaku yang hampir mati...
KAU memelukku dan mencurahkan lagi kasih-MU yang suci...
KAU limpahkan damai sejahtera-MU yang sempat hilang di hati.
 
(palangkaraya, 12 des 2011)

BETAPA INDAH KASIHMU....

Aku selalu menolak...
Aku selalu berontak...
Aku tidak pernah menghiraukan-NYA...

Aku tidak mau mempedulikan-NYA...

Tapi DIA selalu tersenyum padaku...
Suara-NYA terdengar lembut memanggi-manggill namaku...
DIA selalu menemaniku kemanapun langkahku...
Meski aku tidak mau peduli, DIA tidak pernah meninggalkan aku.

Kini suara-NYA memanggil lagi kembali terdengar...
Tangan-NYA pun kembali terulur...
Aku yang lelah dengan semua kebodohanku mulai mencair...
DIA mengangkatku lalu memeluku dan kasih-NYA mulai mengalir...
 
TUHAN, betapa indahnya berada dalalm pelukan-MU...
Kasih-MU mampu mencairkan kembali hatiku yang beku...
Kasih-MU mampu menyalakan lagi sumbu yang hampir padam di hatiku...
Terimakasih TUHAN....kasih-MU sangat indah....indah sekali bagiku.
 
(palangkaraya, 11 des 2011)
 

AKU MEMBUTUHKANMU, TUHAN...

Kenikmatan semu tercipta...
Di lahirkan dari bulir-bulir dosa
Direguk dalam anggur nista...


Hasrat menggoda...
Terlena dalam rasa...
Meninggalkan noda yang menyiksa...

Ku melayang ke angkasa, tinggi sekali
Ku terhempas jatuh kebumi...
Ku terjaga...ah, ternyata mimpi...

TUHAN, terimakasih karna KAU tlah menjagaku...
KAU bangunkan aku dari mimpi-mimpi yang menyiksaku...
Kini aku sadari ku tak pernah mampu hadapi semua tanpa-MU...
Aku membutuhkan-MU dalam setiap langkah-langkahku, tuntunlah aku.
 
(palangkaraya, 10 des 2011)

AMPUNI AKU, TUHAN....

Awan putih berduka...
Melati putih merana...
Dosa telah terenda...

Aku telah ternoda...
 Terperosok dalam lara...
Terjerat dalam nista...
Berkubang lumpur dosa...
Bangga dengan semua cela...

Manis berganti pahit...
Nasi telah jadi bubur...
Akupun makin dalam terkubur...
Akankah aku mampu kembali bangkit...

TUHAN... TUHAN... masihkah aku layak memanggil-MU ???
Masihkah tangan-MU terbuka untukku ???
Ampuni aku...TUHAN...ampuni aku...
Aku tidak tau harus kemana lagi selain kembali pada-MU.
 
Ingatanku pun melayang akan Firman-MU, yang berkata :

" Muka-KU tidak muram terhadap kamu,
sebab AKU ini murah hati,demikianlah Firman TUHAN,
tidak akan murka untuk selama-lamanya.
Hanya akuilah kesalahanmu " (YER 3 :12b-13a)

" Kembalilah hai anak2 yang murtad !
AKU akan menyembuhkan engkau dari murtadmu " (YER3:22)
 
(palangkaraya, 8 des 2011)