" Lihat AKU telah melukiskan engkau di telapak tanganKU; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKU "(YESAYA 49:16)
Monday, February 25, 2013
MASIH ADA HARAPAN
Sayapku patah tatkala sesaat lagi, aku berhasil menggapai asaku
Aku terjatuh, tatkala selangkah lagi aku berdiri di puncak
Mimpi yang ku rajut bertahun-tahun, tercabik-cabik tak berbentuk
Tertatih-tatih aku melangkah
Pedih dan perih membuatku gundah
Masa depanku payah, aku telah kalah
Air mata terus mengalir
Aku bagaikan karang yang hancur
Melebur di lautan tak berdasar
TUHAN, masih adakah KAU di sana untukku ?
Masihkah tangan-MU terbuka menantiku ?
Masihkah janj-MU berlaku bagiku ?
Lagi-lagi, KAU tersenyum
Lagi-lagi, KAU ulurkan tangan-MU
Lagi-lagi, KAU berkata padaku :
" Masih ada harapan untuk hari depanmu " (YER 31 :17)
" Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
AKU akan memberi kelegaan kepadamu " (MAT 11 :28)
( P.RAYA, 23-02-2013 )
Wednesday, February 20, 2013
KAU
KAU yang menampung air mataku
KAU yang mengangkat beban jiwaku
KAU yang membebat setiap lukaku
KAU yang yang tak pernah meninggalkanku
KAU yang selalu mengulurkan tangan-MU
KAU yang selalu berkata padaku :
" Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
AKU akan memberi kelegaan kepadamu " ( MAT 11:28 )
Ya, KAU...
KAU adalah YESUSku, TUHAN dan RAJAku
Penulis hidupku, pemilk jiwaku.
( P.RAYA, 19-02-2013 )
KAU yang mengangkat beban jiwaku
KAU yang membebat setiap lukaku
KAU yang yang tak pernah meninggalkanku
KAU yang selalu mengulurkan tangan-MU
KAU yang selalu berkata padaku :
" Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
AKU akan memberi kelegaan kepadamu " ( MAT 11:28 )
Ya, KAU...
KAU adalah YESUSku, TUHAN dan RAJAku
Penulis hidupku, pemilk jiwaku.
( P.RAYA, 19-02-2013 )
Monday, February 11, 2013
KAU BIARKAN AKU DIAM DENGAN AMAN
Di malam sunyi ini
Aku menghampri-MU
Dengan beribu keluhku
Dengan berjuta harapku
Ada banyak hal membuatku tersandung
Ada banyak hal membuatku menyimpang
Tapi sungguh...kasih-MU sungguh besar untukku
Tak KAU hitungkan semua dosa dan pelanggaranku
Terimakasih atas penyertaan-MU
Terimakasih atas tuntunan-MU
Terimakasih atas semua berkat-berkat-MU
Telah ku selesaikan hari ini bersama-MU
Dan...
" Dengan tenteram aku mau membaringkan diri,
lalu segera tidur,
sebab hanya ENGKAUlah ,ya TUHAN,
yang membiarkan aku diam dengan aman "
(MAZ 4:9).
( Palangkaraya, 11-02-2013 )
Aku menghampri-MU
Dengan beribu keluhku
Dengan berjuta harapku
Ada banyak hal membuatku tersandung
Ada banyak hal membuatku menyimpang
Tapi sungguh...kasih-MU sungguh besar untukku
Tak KAU hitungkan semua dosa dan pelanggaranku
Terimakasih atas penyertaan-MU
Terimakasih atas tuntunan-MU
Terimakasih atas semua berkat-berkat-MU
Telah ku selesaikan hari ini bersama-MU
Dan...
" Dengan tenteram aku mau membaringkan diri,
lalu segera tidur,
sebab hanya ENGKAUlah ,ya TUHAN,
yang membiarkan aku diam dengan aman "
(MAZ 4:9).
( Palangkaraya, 11-02-2013 )
Thursday, February 7, 2013
KAU MENGGENDONGKU
Ku berjalan di gelap malam...
Melewati lembah kelam...
Mendaki gunung curam...
Kehausan...
Kelaparan...
Kedinginan...
Kuterjatuh...
Berlumuran darah...
Terasa perih...
Aku merintih...
Dengan tertatih aku melangkah...
Lagi-lagi...aku pun terjatuh...
Dalam kesakitan... aku memanggil-MU...
KAU hampiriku...mengangkatku...
Menyejukkanku dengan air hidup-MU
Dan menggendongku sepanjang jalanku.
Palangkaraya, 07-02-2013
Melewati lembah kelam...
Mendaki gunung curam...
Kehausan...
Kelaparan...
Kedinginan...
Kuterjatuh...
Berlumuran darah...
Terasa perih...
Aku merintih...
Dengan tertatih aku melangkah...
Lagi-lagi...aku pun terjatuh...
Dalam kesakitan... aku memanggil-MU...
KAU hampiriku...mengangkatku...
Menyejukkanku dengan air hidup-MU
Dan menggendongku sepanjang jalanku.
Palangkaraya, 07-02-2013
Saturday, February 2, 2013
AKU TIDAK MELUPAKANMU
Tak terasa bening-bening kristal mengalir dari mataku.
Ah, kenapa aku jadi sentimentil seperti seperti ini bukankah biasanya aku juga sendiri ?
Orang-orang datang dan pergi padaku....datang jika mereka membutuhkanku , melupakanku ketika mereka senang dan meninggalkan aku ketika aku membutuhkan mereka.
Huff....aku hanya seperti ban serep.
BAPA...kenapa akupun merasa KAU juga begitu padaku ? Aku merasa KAU pun begitu jauh dariku. Doa-doaku seperti membentur tembok ,apapun yang kulakukan sepertinya sia-sia.
BAPA....kenapa KAU pun melupakan aku dan meninggalkan aku ?
Aku benar-benar sendiri. Sendiri melewati hariku, sendiri menghadapi masalahku.
Sunyi....
Sepi...
Aku menghapus air mataku dan mengambil Alkitabku, ya aku sudah lama tak membacanya. Aku menutup mataku dan membukanya secara asal dan mataku tertuju pada ayat yang dulu pernah kutandai dengan stabilo.
" Dapatkah seorang melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya ?
Sekalipun dia melupakannya AKU tidak akan melupakan engkau.
Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tanganKU; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKU ".
( YES 49:15-16)
Akupun melihat telapak tanganku, dan aku membayangkan BAPAku di surga melihat telapak tangan-NYA karena di telapak tangan-NYA ada lukisan diriku.
Ku ditangan-MU
Ku dihati-MU
Dipikiran-MU....
Direncana-MU...
Tak pernah di tinggalkan.
Aku berulang-ulang menyanyikan lagu itu dan kurasakan KAU begitu dekat denganku, sangat dekat....betapa indahnya...terimakasih BAPA.
Palangkaraya, 02-02-2013
Ah, kenapa aku jadi sentimentil seperti seperti ini bukankah biasanya aku juga sendiri ?
Orang-orang datang dan pergi padaku....datang jika mereka membutuhkanku , melupakanku ketika mereka senang dan meninggalkan aku ketika aku membutuhkan mereka.
Huff....aku hanya seperti ban serep.
BAPA...kenapa akupun merasa KAU juga begitu padaku ? Aku merasa KAU pun begitu jauh dariku. Doa-doaku seperti membentur tembok ,apapun yang kulakukan sepertinya sia-sia.
BAPA....kenapa KAU pun melupakan aku dan meninggalkan aku ?
Aku benar-benar sendiri. Sendiri melewati hariku, sendiri menghadapi masalahku.
Sunyi....
Sepi...
Aku menghapus air mataku dan mengambil Alkitabku, ya aku sudah lama tak membacanya. Aku menutup mataku dan membukanya secara asal dan mataku tertuju pada ayat yang dulu pernah kutandai dengan stabilo.
" Dapatkah seorang melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya ?
Sekalipun dia melupakannya AKU tidak akan melupakan engkau.
Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tanganKU; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKU ".
( YES 49:15-16)
Akupun melihat telapak tanganku, dan aku membayangkan BAPAku di surga melihat telapak tangan-NYA karena di telapak tangan-NYA ada lukisan diriku.
Ku ditangan-MU
Ku dihati-MU
Dipikiran-MU....
Direncana-MU...
Tak pernah di tinggalkan.
Aku berulang-ulang menyanyikan lagu itu dan kurasakan KAU begitu dekat denganku, sangat dekat....betapa indahnya...terimakasih BAPA.
Palangkaraya, 02-02-2013
Sunday, January 27, 2013
ASALKAN TUHAN SAYANG AKU
Jarum jam menunjuk ke angka 01.30 , mimpi buruk lagi .
Aku sering terbangun tengah malam karena mimpi ini selalu menghantuiku.
Seperti malam ini, aku kembali terbangun...seperti sebuah video yang di putar ulang aku melihat dan merasakan dengan jelas betapa pahitnya masa kecilku dulu.
Meskipun kejadian itu beberapa tahun yang lalu tapi entah mengapa aku selalu menangis mengingatnya dan biasanya badanku menjadi panas dan aku selalu demam sesudahnya.
Aku memang hitam, tidak seperti kakakku yang berkulit putih dan wajahku bulat sedangkan kakakku wajahnya lonjong ditambah lagi dengan tubuhku yang agak gendut.
Aku sering mendengar tetangga- tetangga bertanya pada Ibu, apakah aku anak kandung Ibu karena aku hitam dan wajahku tidak ada mirip-miripnya dengan wajah Ibu dan Bapak.
Maka tak heran di waktu kecil orang-orang sering memangilku si hitam, ndut... anak pungut.
Aku hanya diam , aku tak pernah menanggapi mereka aku hanya berlari kebelakang dan menangis sepuasnya disitu.
Aku juga sering merasa ibu bersikap tak adil padaku atau mungkin itu hanya perasaanku saja ?? tapi entahlah.... aku tak tau....tapi itulah yang kurasakan waktu itu.
Waktu kecil aku pernah merengek pada ibu meminta sebuah baju yang modelnya seperti punya kakakku., baju itu sangat bagus warnanya orange tapi ibu tak mau membelikannya untukku,
“ kalau kamu mau kamu ambil punya kakakmu aza yang warna biru kan modelnya sama, sedangkan yang orange itu untuk kakakmu” kata Ibu padaku.
Aku hanya diam dan menggelemkan kepala, aku tak mau memakai baju bekas kakakku karena aku menginginkan baju orange itu, masa aku di suruh pakai baju bekas sedangkan yang baru mau diberikan ke kakakku dan itu semakin membuat aku yakin kalau aku adalah seorang anak pungut.
Kamipun pulang tanpa membawa baju orange itu, sepanjang jalan pulang aku hanya diam aku berusaha menahan air mataku, karena aku tidak mau ibu melihat aku menangis...dari kecil aku tidak suka orang melihatku menangis, aku hanya menangis jika aku sendiri dan tempat favoritku adalah di toilet .
Aku sering sekali mengurung diri di situ.
Jika aku bertengkar dengan kakakku, ibuku selalu bilang “ yang muda harus ngalah sama yang tua”, sedangkan jika aku bertengkar dengan adeku, ibu akan bilang “ yang tua harus ngalah sama yang muda”.
Yach, aku benar-benar bingung dengan ibu, tapi seperti biasa aku hanya diam dan berlari ke belakang dan menangis.
Pernah suatu hari ketika aku sedang tidur, aku terbangun karena wajahku di lempar dengan menggunakan kotak kaset dan aku melihat Ibu berdiri sambil tersenyum karena sasarannya salah ,sebenarnya Ibu mau melempari Adeku yang lari kearahku dan Adeku mengindar maka akulah yang kena.
Ibu berlalu tanpa meminta maaf , Ibu tak pernah tau betapa sakitnya wajahku dan betapa terlukanya hatiku....tapi seperti biasa aku hanya diam.
Meskipun aku tau itu bukanlah suatu kesengajaan tapi sikap Ibu itu sangat melukai hatiku.
Ada masih banyak penolakan dan penghinaan juga hal lain lagi yang sangat menyakiti dan melukai masa kecilku dan semua itu selalu hadir dalam mimpi-mimpiku sangat...sangat menyiksaku.
Ketika aku mulai besar, aku sangat suka melawan ibu, aku sangat senang jika ibu menangis, hatiku sangat puas ..... Apa yang ibu bilang “ jangan “ aku selalu lakukan sedangkan yang ibu suruh aku lakukan tidak aku lakukan.
Ya, hitung-htung balas dendam .
Ketika aku lulus SMP aku tidak mau melanjutkan sekolah, aku sudah tidak tertarik dengan sekolah.
Tapi entah bagaimana aku mau saja ketika Ibu mengantarkan aku kekota B dan memasukan aku di sekolah asrama, SMA BETH Bjb
Di sekolah itu setiap pagi sebelum sarapan selalu diadakan renungan pagi, dan setiap siang sepulang sekolah di adakan persekutuan doa dan setelah makan malam ada renungan malam.
Setiap siswa di wajibkan mengikuti renungan pagi dan renungan malam sedangkan persekutuan doa, bagi siapa yang mau tidak di wajibkan.
Awalnya aku mengira kehidupan di asrama itu sangat menyenangkan karena di komplek itu semua adalah orang-orang Kristen tapi ternyata sangat jauh berbeda dengan apa yang ku pikirkan, aku agak kecewa tapi aku tetap bersyukur karena di situ aku mengenal yang namanya Kasih Mula-Mula itu aku mengenal TUHAN yang sangat mengasihi aku.
Aku juga mulai sadar bahwa sikapku pada Ibu sangat keterlaluan, aku tau Ibu sangat menyayangi aku cuma caranya mengungkapkannya itu berbeda. Selama aku di asrama ibu sering mengirimkan aku baju, baju yang ibu jahit sendiri dari kain sisa pemberian tanteku.
Dan di asrama juga aku mulai suka puisi, aku ingat saat itu aku membaca sebuah puisi yang ada di kalender sekolahku, puisi itu berjudul
ANAKKU, karangan Patricia J Hawker
Anak-KU....
AKU tak bisa memilih jalan
Yang harus kau lalui
Biarlah hatimu yg memimpinmu
Dalam apapun yang kau cari
Engkau adalah anak-KU, harta-KU
Sulit untuk melepaskanmu
sekalipun perjalananmu akan jauh
AKU harus membiarkanmu bertumbuh
Apabila perjalananmu melemahkanmu
Oleh karna tuntutan-tuntutannya
AKU akan berjalan di sisimu
Ulurkan tanganmu, dan peganglah tangan-KU
Apabila engkau meminta, AKU berjanji
Untuk berjalan bersamamu... sampai akhirnya
Tetapi kasih-KU akan tetap
Ketika engkau berbelok.
Aku menangis membacanya dan aku menyalinnya di buku catatanku. Aku membayangkan TUHAN berbicara seperti itu padaku.
Sampai sekarang aku masih sering bermimpi buruk tentang masa kecilku,jika dulu aku menangis ketika terbangun sekarang ketika aku terbangun dari mimpi buruk itu aku hanya tersenyum dan berkata aku adalah anak-NYA...aku adalah harta-NYA, aku berharga di mata-NYA...asalkan DIA sayang aku aku tak peduli apapun .
Ya, aku memang tidak bisa melupakan masa laluku,tidak bisa menghentikan mimpi-mimpi buruk itu dan menghapus penolakan dan penghinaan itu tapi aku sudah berdamai dengannya, dengan semua yang telah mempengaruhi masa kecilku.
Salah satu ayat favoritku adalah;
" Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang " (AMSAL 23:18)
" Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU" ( YES 49:16a)
N/B : Jangan pernah menghina seseorang karena penampilan pisiknya meskipun dia hanya seorang anak kecil, meskipun dia hanya diam karena itu akan mempengaruhi hidupnya selama bertahun-tahun dan mungkin seumur hidupnya.
(27-01-2013)
Aku sering terbangun tengah malam karena mimpi ini selalu menghantuiku.
Seperti malam ini, aku kembali terbangun...seperti sebuah video yang di putar ulang aku melihat dan merasakan dengan jelas betapa pahitnya masa kecilku dulu.
Meskipun kejadian itu beberapa tahun yang lalu tapi entah mengapa aku selalu menangis mengingatnya dan biasanya badanku menjadi panas dan aku selalu demam sesudahnya.
Aku memang hitam, tidak seperti kakakku yang berkulit putih dan wajahku bulat sedangkan kakakku wajahnya lonjong ditambah lagi dengan tubuhku yang agak gendut.
Aku sering mendengar tetangga- tetangga bertanya pada Ibu, apakah aku anak kandung Ibu karena aku hitam dan wajahku tidak ada mirip-miripnya dengan wajah Ibu dan Bapak.
Maka tak heran di waktu kecil orang-orang sering memangilku si hitam, ndut... anak pungut.
Aku hanya diam , aku tak pernah menanggapi mereka aku hanya berlari kebelakang dan menangis sepuasnya disitu.
Aku juga sering merasa ibu bersikap tak adil padaku atau mungkin itu hanya perasaanku saja ?? tapi entahlah.... aku tak tau....tapi itulah yang kurasakan waktu itu.
Waktu kecil aku pernah merengek pada ibu meminta sebuah baju yang modelnya seperti punya kakakku., baju itu sangat bagus warnanya orange tapi ibu tak mau membelikannya untukku,
“ kalau kamu mau kamu ambil punya kakakmu aza yang warna biru kan modelnya sama, sedangkan yang orange itu untuk kakakmu” kata Ibu padaku.
Aku hanya diam dan menggelemkan kepala, aku tak mau memakai baju bekas kakakku karena aku menginginkan baju orange itu, masa aku di suruh pakai baju bekas sedangkan yang baru mau diberikan ke kakakku dan itu semakin membuat aku yakin kalau aku adalah seorang anak pungut.
Kamipun pulang tanpa membawa baju orange itu, sepanjang jalan pulang aku hanya diam aku berusaha menahan air mataku, karena aku tidak mau ibu melihat aku menangis...dari kecil aku tidak suka orang melihatku menangis, aku hanya menangis jika aku sendiri dan tempat favoritku adalah di toilet .
Aku sering sekali mengurung diri di situ.
Jika aku bertengkar dengan kakakku, ibuku selalu bilang “ yang muda harus ngalah sama yang tua”, sedangkan jika aku bertengkar dengan adeku, ibu akan bilang “ yang tua harus ngalah sama yang muda”.
Yach, aku benar-benar bingung dengan ibu, tapi seperti biasa aku hanya diam dan berlari ke belakang dan menangis.
Pernah suatu hari ketika aku sedang tidur, aku terbangun karena wajahku di lempar dengan menggunakan kotak kaset dan aku melihat Ibu berdiri sambil tersenyum karena sasarannya salah ,sebenarnya Ibu mau melempari Adeku yang lari kearahku dan Adeku mengindar maka akulah yang kena.
Ibu berlalu tanpa meminta maaf , Ibu tak pernah tau betapa sakitnya wajahku dan betapa terlukanya hatiku....tapi seperti biasa aku hanya diam.
Meskipun aku tau itu bukanlah suatu kesengajaan tapi sikap Ibu itu sangat melukai hatiku.
Ada masih banyak penolakan dan penghinaan juga hal lain lagi yang sangat menyakiti dan melukai masa kecilku dan semua itu selalu hadir dalam mimpi-mimpiku sangat...sangat menyiksaku.
Ketika aku mulai besar, aku sangat suka melawan ibu, aku sangat senang jika ibu menangis, hatiku sangat puas ..... Apa yang ibu bilang “ jangan “ aku selalu lakukan sedangkan yang ibu suruh aku lakukan tidak aku lakukan.
Ya, hitung-htung balas dendam .
Ketika aku lulus SMP aku tidak mau melanjutkan sekolah, aku sudah tidak tertarik dengan sekolah.
Tapi entah bagaimana aku mau saja ketika Ibu mengantarkan aku kekota B dan memasukan aku di sekolah asrama, SMA BETH Bjb
Di sekolah itu setiap pagi sebelum sarapan selalu diadakan renungan pagi, dan setiap siang sepulang sekolah di adakan persekutuan doa dan setelah makan malam ada renungan malam.
Setiap siswa di wajibkan mengikuti renungan pagi dan renungan malam sedangkan persekutuan doa, bagi siapa yang mau tidak di wajibkan.
Awalnya aku mengira kehidupan di asrama itu sangat menyenangkan karena di komplek itu semua adalah orang-orang Kristen tapi ternyata sangat jauh berbeda dengan apa yang ku pikirkan, aku agak kecewa tapi aku tetap bersyukur karena di situ aku mengenal yang namanya Kasih Mula-Mula itu aku mengenal TUHAN yang sangat mengasihi aku.
Aku juga mulai sadar bahwa sikapku pada Ibu sangat keterlaluan, aku tau Ibu sangat menyayangi aku cuma caranya mengungkapkannya itu berbeda. Selama aku di asrama ibu sering mengirimkan aku baju, baju yang ibu jahit sendiri dari kain sisa pemberian tanteku.
Dan di asrama juga aku mulai suka puisi, aku ingat saat itu aku membaca sebuah puisi yang ada di kalender sekolahku, puisi itu berjudul
ANAKKU, karangan Patricia J Hawker
Anak-KU....
AKU tak bisa memilih jalan
Yang harus kau lalui
Biarlah hatimu yg memimpinmu
Dalam apapun yang kau cari
Engkau adalah anak-KU, harta-KU
Sulit untuk melepaskanmu
sekalipun perjalananmu akan jauh
AKU harus membiarkanmu bertumbuh
Apabila perjalananmu melemahkanmu
Oleh karna tuntutan-tuntutannya
AKU akan berjalan di sisimu
Ulurkan tanganmu, dan peganglah tangan-KU
Apabila engkau meminta, AKU berjanji
Untuk berjalan bersamamu... sampai akhirnya
Tetapi kasih-KU akan tetap
Ketika engkau berbelok.
Aku menangis membacanya dan aku menyalinnya di buku catatanku. Aku membayangkan TUHAN berbicara seperti itu padaku.
Sampai sekarang aku masih sering bermimpi buruk tentang masa kecilku,jika dulu aku menangis ketika terbangun sekarang ketika aku terbangun dari mimpi buruk itu aku hanya tersenyum dan berkata aku adalah anak-NYA...aku adalah harta-NYA, aku berharga di mata-NYA...asalkan DIA sayang aku aku tak peduli apapun .
Ya, aku memang tidak bisa melupakan masa laluku,tidak bisa menghentikan mimpi-mimpi buruk itu dan menghapus penolakan dan penghinaan itu tapi aku sudah berdamai dengannya, dengan semua yang telah mempengaruhi masa kecilku.
Salah satu ayat favoritku adalah;
" Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang " (AMSAL 23:18)
" Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU" ( YES 49:16a)
N/B : Jangan pernah menghina seseorang karena penampilan pisiknya meskipun dia hanya seorang anak kecil, meskipun dia hanya diam karena itu akan mempengaruhi hidupnya selama bertahun-tahun dan mungkin seumur hidupnya.
(27-01-2013)
Friday, January 25, 2013
BIARLAH SEMUA TAHU....
Aku terus berlari...
Aku tak ingin kembali...
Akan ku bawa semua luka dan nyeri...
Akan ku tutupi dengan wajah berseri...
Ku merintih dengan bernyanyi...
Ku meratap dengan tertawa...
Tak kan ku lepas topeng ini...
Biarlah semua mengira aku baik-baik saja.
Hingga ku sadari...
Aku tak kuat lagi...
Lelah dengan semua kemunafikan ini...
Lelah dengan semua kepalsuan ini...
Dan akupun kembali...
Tersungkur dikaki-MU...
Mencurahkan smua ratap tangisku... luka nyeriku
Biarlah semua tau betapa rapuhnya aku.... dihadapan-MU.
Palangkaraya, 25 -01-2013
Aku tak ingin kembali...
Akan ku bawa semua luka dan nyeri...
Akan ku tutupi dengan wajah berseri...
Ku merintih dengan bernyanyi...
Ku meratap dengan tertawa...
Tak kan ku lepas topeng ini...
Biarlah semua mengira aku baik-baik saja.
Hingga ku sadari...
Aku tak kuat lagi...
Lelah dengan semua kemunafikan ini...
Lelah dengan semua kepalsuan ini...
Dan akupun kembali...
Tersungkur dikaki-MU...
Mencurahkan smua ratap tangisku... luka nyeriku
Biarlah semua tau betapa rapuhnya aku.... dihadapan-MU.
Palangkaraya, 25 -01-2013
Subscribe to:
Posts (Atom)






