Tuesday, December 6, 2022

KU TAU KAU YANG PALING MENGERTI

Di kesunyian malam
ketika bintang memilih tenggelam
ketika dingin gigil mencengkram
dan ragu kuat membungkam
Di kesunyian malam
ku rangkai sebait harapan
dengan bibir terkatup
dengan mata tertutup
Di kesunyian malam
ku tau KAU yang paling mengerti
" Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya,
semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN ".
( Maz 139:4 )

( Palangkaraya, 25 Juni 2021 )

Wednesday, January 26, 2022

BIARKAN JADI RAHASIA ILAHI

 Rintik hujan di malam ini
menghiasi hati nan sunyi
tapi terik mentari di pagi hari
menghempaskannya pergi

Keabadian itu tak pernah ada
kesukaran hanyalah sementara
kemudahan pun juga sama
datang dan pergi tanpa terduga

Beriklas jalani hari
bersyukur tuk apa yang terjadi
karena tak semua dapat di mengerti
biarkan saja jadi rahasia ILAHI

#puisirohanikristen
Kota Cantik, 21 Juni 2020 

                                                           


Monday, February 18, 2019

TEMPAT TERINDAH




Ada saat dimana aku ingin menyendiri

Menepi dari segala keriuhan dunia ini

Menyegarkan letih yang ada di hati


Sesaat ku terlena

Tenggelam dalam damai yang fana

Hingga ku melupa KAU-lah yang membuat hidupku bermakna



Saat ku tersadar arus tlah menyeretku jauh

Aku meronta dengan tubuhku yang lemah

Tapi arus membuatku semakin jauh


Bapa, bawa aku kembali lagi kepada-MU

Karena tempat menepi terindah hanyalah di kaki-MU

Dan kesegaran sejati hanya di dapat dari air hidup-MU.

Palangkaraya, 6 Februari 2019

Friday, October 25, 2013

SULAMAN LUKA

ku pandang sulamanku yang sudah selesai
ah,..... beginikah hasilnya ?
bertahun-tahun aku menyulamnya
bertahun-tahun aku mengumpulkan benang-benangnya


entah mengapa aku begitu menyukainya
meskipun setiap kali memandangnya
luka itu menganga lagi
tapi...aku senang menyimpannya

sulaman berjudul Luka
terbuat dari benang-benang amarah, benci dan air mata
menggantung didinding hatiku
memenjarakan asaku

kini, sulaman itu sudah tidak tergantung lagi
aku hanya pasrah memandangnya
tatkala KAU menanggalkannya, mencelupkan di darah-MU
dan memasang sulaman hati-MU didinding hatiku.


LUKISAN SANG BAPA

LUKISAN SANG BAPA

Tidak semua keinginan dapat kita raih
Terkadang apa yang kita kumpulkan dengan susah payah harus kita relakan berhamburan di tanah
Namun, pemenang sejati adalah dia yang mampu mensyukuri apapun yang terjadi

Terkadang kita menuduh DIA bisu, karena DIA tak segra menjawab
Terkadang kita menuduh DIA tuli, karena DIA sepertinya tak mendengar
Terkadang kita menuduh DIA jahat, ketika DIA mengambil yang baik padahal sesungguhnya DIA sedang menggantinya dengan yang terbaik

Masalahnya hanyalah masalah waktu, seandainya kita mau sedikit bersabar kita kan melihat waktu-NYA pastilah yang terindah
DIA tak meminta apapun dari kita, DIA hanya meminta kita mempercayai-NYA dengan sepenuh hati

Dengarkan apa yang di katakan-NYA : “ Oleh karena engkau berharga di mata-KU dan mulia dan AKU ini mengasihi engkau “ (YESAYA 43:4a) “Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU” (YESAYA 49:16a)

Kau dan aku terlukis di telapak tangan Sang BAPA.

LUKISAN SANG BAPA
Tebal :94 halaman
Penerbit :LEUTIKAPRIO
Harga : 26.800,-


KETIKA KEHENDAK-MU JADI


Ini malam kedua aku menemanimu, kau masih tetap sama tanpa perubahan yang berarti. Matamu masih tertutup, nafasmu masih terdengar begitu berat dan selang-selang kecil masih menempel di tubuhmu.

Sambil menggemgam tanganmu, berkali-kali aku mengajakmu berdoa. Aku tau meski matamu tertutup telingamu masih awas mendengarku. Dalam diammu aku melihat sesekali air matamu mengalir , aku tak tau apa yang membuatmu menangis, apa kau sedih melihatku atau kau sedih mendengar doaku ? Aku tidak meminta apapun pada-NYA, aku hanya meminta-NYA untuk memberikan keajaiban padamu agar kau bisa membuka mata dan pulang bersamaku. Hanya itu, hanya itu yang ku minta dari-NYA.

Tapi entah kali ini, ketika aku menggemgam tanganmu lagi, hatiku begitu hancur. Aku tak tega melihatmu. Andai aku bisa menggantikanmu, ingin rasanya aku yang terbaring di situ. Aku memohon lagi pada-NYA atau lebih tepatnya memaksa-NYA, bukankah jika DIA mau DIA bisa melalukan apapun termasuk menyembuhkanmu ? Kuncinya hanya ada pada-NYA. Aku akan terus memaksa-NYA.

Tapi saat ini aku tak ingin memaksa-NYA . Bukan !...bukan karena aku lelah tapi aku sadar DIA yang memegang kendali atas semuanya. Sejujurnya terlalu berat bagiku untuk mengatakan ini pada-NYA. Aku faham akan konsekuensi yang kukatakan.Namun, dari mulutku akhirnya kata-kata ini mengalir juga. Dengan air mata berlinang aku berkata pada-NYA “ Kehendak-MU yang jadi “.

Beberapa saat berlalu aku merasa ada kehangatan yang membanjiri hatiku dan aku melihat ada senyum yang tersungging di wajahmu meskipun matamu masih terpejam tapi itu masih lebih baik. Aku pikir ini pasti pertanda baik. Mungkin memang, DIA tak ingin di paksa.
Nafasmu semakin teratur dan kau tampak tenang di tidurmu, aku sangat lega melihatmu. Tak berhenti-hentinya aku bersyukur pada-NYA. DIA mendengarku, ya DIA mendengarku tatkala ku berserah pada kehendak-NYA.

Namun semua kendali ada di tangan-NYA. Pukul 23.55 WIB di ruang ICU RSU Doris Sylvanus P.Raya kau pun membuka matamu dan tersenyum menatapku dan kemudian pergi bersama-NYA.

" Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang di kasihi-NYA " (MAZMUR 116:15)

Sunday, October 13, 2013

KAU ALASANKU



hati ini di selimuti gerhana
kegelapan baluti jiwa
merongrong asa
mengubur cita

berpasrah pada belenggu
terbuai luka-luka masa lalu
tak berani ku kepakkan sayapku
tak berani ku buka mataku

harihari berlalu
mingguminggu berganti
tapi ku masih seperti dulu
meratapi hari, meratapi minggu

hingga perjumpaanku dengan-MU
telah mengubah hariku
mengubah mingguku
mengubah hidupku

KAU alasan tuk ku berani mengepakkan lagi sayapku
KAU alasan tuk ku berani membuka lagi mataku
menggapai citaku
meraih asaku
 
(P.RAYA,13 OKT 2013)

Wednesday, October 2, 2013

MENGAPA KU MESTI RAGU ?

Jika buluh yang terkulai tak KAU patahkan
Dan sumbu yang pudar tak KAU padamkan
Mengapa ku mesti ragu ?

Jika bunga-bunga bakung KAU dandani keindahan
Dan burung-burung di udara KAU limpahkan makan
Mengapa kumesti ragu ?

Jika kemenangan sudah KAU janjikan
Dan masadepan sudah KAU sediakan
Mengapa kumesti ragu ?

Bukankah semua hanya masalah waktu ?
Dan waktu-MU yang terbaik buatku?
Mengapa kumesti ragu ?

Bukankah nyawa-MU pun KAU berikan untukku ?
Mengapa kumesti ragu ?
Mengapa kumesti ragu ? pada-MU?
(P.RAYA, 27-08-2013)

Monday, March 25, 2013

SUDAH SELESAI

Dengan tertatih-tatih
Dengan berdarah-darah
KAU tetap melangkah
KAU redam s'mua amarah
KAU hapus s'mua salah

Di bukit Tengkorak itu
Di palang kayu itu
Dengan tangan-kaki terpaku
Dengan berhiaskan mahkota duri
KAU katakan... " SUDAH SELESAI !"

Ya...SUDAH SELESAI !
Selesai 'tuk semua pelanggaranku
Selesai 'tuk semua sakit-penyakitku
Selesai 'tuk semua masalahku
SELESAI ! SUDAH SELESAI !!!

(P.RAYA, 24-03-2013)

Friday, March 22, 2013

DI BUKIT ITU

Langkah-langkah terseok
Kayu kasar di pundak
Tubuh tercabik-cabik
Deraan ganasnya cambuk

Berkali-kali terjatuh
Tetap tak menyerah
Peluh-peluh darah
Bercucuran bagai air bah

Bilur-bilur itu
Hilangkan s'mua nyeriku
Tetes-tetesan darah itu
Hapuskan s'mua nodaku

Di bukit itu
KAU tergantung untukku
Di bukit itu
KAU selesaikan untukku

(P.RAYA, 22-03-2013)

Saturday, March 9, 2013

PELANGI PINJAMAN

Aku berdiri memandang langit yang suram. Kurasakan tamparan angin, keras menenerpa wajahku dari jendela kamar yang sengaja kubuka. Tak ada kerlip bintang malam ini, dan rembulan yang biasanya cemerlang kini ikut menghilang. Seakan mereka sengaja untuk menghindari aku .Bulir-bulir ini terus mengalir, meski berkali-kali aku menyekanya. Kenapa harus berakhir seperti ini ? Di saat mendung itu baru berlalu. Di saat pelangi itu baru saja berseri. Aku pikir kau beda ? Ternyata kau sama saja.

“ Aku gak bisa, La . Aku bosan dengan hubungan kuno seperti ini. Apa sich salahnya ? Semua orang melakukannya juga!”.
Kau pun pergi meninggalkan aku, tanpa menghiraukan jeritku memanggilmu. Aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku memang takut kehilanganmu. Aku tahu hari-hariku pasti akan sepi tanpamu, tanpa sms dan telponmu.

Langit ini semakin suram, gerimis yang sedari tadi turun, kini menjadi hujan deras yang di sertai halilintar. Aku hampir membeku, dan dengan terpaksa menutup jendela kamar ini dan menghempaskan tubuh lelahku di kasur empukku. Aku menutup wajahku dengan bantal dan berusaha memejamkan mata, tapi bayangan wajahmu, kembali menari-nari di mataku.

“ Aku butuh bukti, La !”. Lagi-lagi kau mengatakan itu. Kenapa kau selalu meminta bukti dariku ? Kenapa kau tak pernah percaya, jika aku sangat mencintaimu ? Aku memang tak bisa memberikan bukti itu padamu. Bukan karena aku tidak mencintaimu, bukan pula karena aku sok suci. Tapi karena aku sadar bukti yang kau minta itu salah dan itu sangat menyesatkan. Aku tak mungkin menyakiti hati-NYA.

Ya, kau memang berhasil. Kau memang berhasil mengangkat mendung itu dari hatiku dan memberikan pelangi bagiku. Tapi, hanya sesaat, hanya sesaat. Lalu kemudian kau tinggalkan mendung yang lebih pekat lagi untukku, lebih pekat dari sebelumnya. Ternyata, kau hanya meminjamkan pelangi itu untukku. ketika aku makin terbuai, lalu kau merampasnya dariku.

Aku menghapus bulir-bulir di mataku dan meraih MP3-ku. Suara Frangky Sihombing mengalun merdu di telingaku, membuatku makin tenggelam dalam syair lagu itu.

"...Saat yang lainnya begitu mudah sirna...

... kasih-MU, ya TUHAN tetap bertahan...
... ENGKAUlah alasan hatiku percaya...
... kasih masih ada dalam dunia .”

Inilah yang terbaik. Terbaik, bagi kau dan aku, hubungan kita berakhir disini. Kuakui, ini sangat berat buatku.Tapi, aku tetap percaya DIA masih pegang kendali atas semuanya dan semuanya indah pada waktu-NYA. Dan bila waktunya tiba, DIA pasti memberikan aku pelangi, pelangi yang sangat indah yang DIA berikan untukku selamanya. Walaupun saat ini aku sedang menangis, tapi aku tahu ini bukanlah air mata kekalahan melainkan air mata kemenangan. Dan DIA disana pasti tersenyum bangga padaku.

“ Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-MU “ (MAZMUR 119:9)


(P.RAYA, 08-03-2013)

Wednesday, March 6, 2013

NEGERI YANG DI TUJU

Saat ku melewati padang gurun tandus
Tiang awan-MU, meneduhkan terikku
Tiang api-MU, menghangatkan bekuku
Dari bukit batu, KAU alirkan mata air untukku


Sungguh besar dan ajaib ENGKAU
Dahsyat s'gala perbuatan-MU
Di lembah kekelaman, KAU menyertaiku
Dengan gada dan tongkat-MU, KAU menjagaku

BAPA, ampuni aku...
Jika hati ini, sering ragu
Jika mulut ini, masih suka menggerutu

BAPA, kumohon...
Kuatkan dan teguhkan aku
Bimbinglah, hingga tiba di negeri yang kutuju.

(P.RAYA, 06-03-2013)

Tuesday, March 5, 2013

KAU S'LALU HADIR

Rembulan yang tak lagi benderang
Bintang yang tak lagi berkedip riang
Dan sungai-sungai yang kerontang
Seakan mengerti hatiku yang bimbang

Dalam balutan resah
Dalam perih yang tercurah
Tertatih-tatih ku melangkah
Meraba-raba mencari arah

Di malam yang kian pekat
Di jalan yang kian sesat
Ku terpaku, mematung, sesaat
Kala ku lihat, sebias cahaya kian mendekat

Ya, KAU datang
Dengan cahaya yang kian terang
Hapuskan gelapku
Hancurkan bimbangku
Sembuhkan perihku

Ternyata, KAU s'lalu hadir
Di saat-saat terakhir
Di saat-saat aku hampir mundur
KAU s'lalu hadir, untukku
Bahkan di saat aku, tak menyadari hadir-MU

(P.RAYA, 05-03-2013)

Saturday, March 2, 2013

AKU DAN SAHABATKU


Ini adalah kisahku tentang sahabatku....

Aku punya seorang sahabat yang selalu menemaniku, kemanapun aku pergi.
DIA sangat baik padaku, DIA mengajariku dalam banyak hal.
DIA menghiburku saat aku sedih, dan megusap air mataku, kala ku menangis.
DIA menuntunku saat ku lemah, dan menggendongku saat ku tak mampu lagi tuk melangkah.
DIA ada, dan selalu ada untukku, bahkan saat yang lain meninggalkan aku.

Tapi sayangnya, aku tidak pernah berterimakasih pada-NYA.
Aku selalu menyakiti hati-NYA. Jika terjadi sesuatu dengan diriku, aku selalu menyalahkan-NYA.
Aku sering berteriak pada-NYA, walau aku tahu DIA ada di dekatku.
Berkali-kali aku marah pada-NYA dan tidak mau bicara pada-NYA.

Kadang aku menyesal dengan semua sikapku.
Kadang aku menangis dan berjanji, tidak akan mengulanginya lagi.
Tapi anehnya, aku selalu melakukannya lagi...lagi dan lagi...

Ya,, aku memang sahabat yang tidak tahu berterimakasih.
Tapi DIA, sahabatku itu tetap memilih aku menjadi sahabat-NYA.
DIA menolak untuk meninggalkan aku.
Aku heran dan aku bertanya pada-NYA.
Apa alasan-NYA menolak meninggalkan aku ???

Inilah yang DIA katakan padaku :
'' oleh karena engkau berharga dimata-KU dan mulia , dan AKU ini mengasihi engkau..''(YES43:4a)
'' Lihat AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU..'' (YES 49:16a)

( P.RAYA, 13-08-2011 )

Friday, March 1, 2013

PADAMU KU KEMBALI

Awan gelap menghantui
Membelenggu diri
Mengubur mimpi-mimpi

Hari-hari kulewati
Dalam ketiadaan pasti
Masa depan yang penuh misteri

Lelah jiwa ini
Menari-nari di balik jeruji
Terkungkung dalam iri dan benci

TUHAN, pada-MU, ku kembali
Di kaki-MU, ku pasrahkan diri
Lepaskan, dan bebaskanlah diri ini

" Aku tahu,ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa
untuk menentukan jalannya,
dan orang yang berjalan tidak berkuasa
untuk menentukan langkahnya ".( YER 10:23 )

( P.Raya, 27-02-2013 )

Monday, February 25, 2013

MASIH ADA HARAPAN


Sayapku patah tatkala sesaat lagi, aku berhasil menggapai asaku
Aku terjatuh, tatkala selangkah lagi aku berdiri di puncak
Mimpi yang ku rajut bertahun-tahun, tercabik-cabik tak berbentuk

Tertatih-tatih aku melangkah
Pedih dan perih membuatku gundah
Masa depanku payah, aku telah kalah

Air mata terus mengalir
Aku bagaikan karang yang hancur
Melebur di lautan tak berdasar

TUHAN, masih adakah KAU di sana untukku ?
Masihkah tangan-MU terbuka menantiku ?
Masihkah janj-MU berlaku bagiku ?

Lagi-lagi, KAU tersenyum
Lagi-lagi, KAU ulurkan tangan-MU
Lagi-lagi, KAU berkata padaku :

" Masih ada harapan untuk hari depanmu " (YER 31 :17)
" Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
AKU akan memberi kelegaan kepadamu " (MAT 11 :28)

( P.RAYA, 23-02-2013 )

Wednesday, February 20, 2013

KAU

KAU yang menampung air mataku
KAU yang mengangkat beban jiwaku
KAU yang membebat setiap lukaku

KAU yang yang tak pernah meninggalkanku
KAU yang selalu mengulurkan tangan-MU
KAU yang selalu berkata padaku :

" Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
AKU akan memberi kelegaan kepadamu " ( MAT 11:28 )

Ya, KAU...
KAU adalah YESUSku, TUHAN dan RAJAku
Penulis hidupku, pemilk jiwaku.

( P.RAYA, 19-02-2013 )

Monday, February 11, 2013

KAU BIARKAN AKU DIAM DENGAN AMAN

Di malam sunyi ini
Aku menghampri-MU
Dengan beribu keluhku
Dengan berjuta harapku

Ada banyak hal membuatku tersandung
Ada banyak hal membuatku menyimpang
Tapi sungguh...kasih-MU sungguh besar untukku
Tak KAU hitungkan semua dosa dan pelanggaranku

Terimakasih atas penyertaan-MU
Terimakasih atas tuntunan-MU
Terimakasih atas semua berkat-berkat-MU
Telah ku selesaikan hari ini bersama-MU

Dan...
" Dengan tenteram aku mau membaringkan diri,
lalu segera tidur,
sebab hanya ENGKAUlah ,ya TUHAN,
yang membiarkan aku diam dengan aman "
(MAZ 4:9).


( Palangkaraya, 11-02-2013 )

Thursday, February 7, 2013

KAU MENGGENDONGKU

Ku berjalan di gelap malam...
Melewati lembah kelam...
Mendaki gunung curam...

Kehausan...
Kelaparan...
Kedinginan...

Kuterjatuh...
Berlumuran darah...
Terasa perih...


Aku merintih...
Dengan tertatih aku melangkah...
Lagi-lagi...aku pun terjatuh...

Dalam kesakitan... aku memanggil-MU...
KAU hampiriku...mengangkatku...
Menyejukkanku dengan air hidup-MU
Dan menggendongku sepanjang jalanku.


Palangkaraya, 07-02-2013

Saturday, February 2, 2013

AKU TIDAK MELUPAKANMU

Tak terasa bening-bening kristal mengalir dari mataku.
Ah, kenapa aku jadi sentimentil seperti seperti ini bukankah biasanya aku juga sendiri ?

Orang-orang datang dan pergi padaku....datang jika mereka membutuhkanku , melupakanku ketika mereka senang dan meninggalkan aku ketika aku membutuhkan mereka.
Huff....aku hanya seperti ban serep.

BAPA...kenapa akupun merasa KAU juga begitu padaku ? Aku merasa KAU pun begitu jauh dariku. Doa-doaku seperti membentur tembok ,apapun yang kulakukan sepertinya sia-sia.
BAPA....kenapa KAU pun melupakan aku dan meninggalkan aku ?
Aku benar-benar sendiri. Sendiri melewati hariku, sendiri menghadapi masalahku.

Sunyi....
Sepi...
Aku menghapus air mataku dan mengambil Alkitabku, ya aku sudah lama tak membacanya. Aku menutup mataku dan membukanya secara asal dan mataku tertuju pada ayat yang dulu pernah kutandai dengan stabilo. 


 " Dapatkah seorang melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya ?
Sekalipun dia melupakannya AKU tidak akan melupakan engkau.
Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tanganKU; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKU ".
( YES 49:15-16)

Akupun melihat telapak tanganku, dan aku membayangkan BAPAku di surga melihat telapak tangan-NYA karena di telapak tangan-NYA ada lukisan diriku.

Ku ditangan-MU
Ku dihati-MU
Dipikiran-MU....
Direncana-MU...
Tak pernah di tinggalkan.

Aku berulang-ulang menyanyikan lagu itu dan kurasakan KAU begitu dekat denganku, sangat dekat....betapa indahnya...terimakasih BAPA.


Palangkaraya, 02-02-2013