Sunday, January 27, 2013

ASALKAN TUHAN SAYANG AKU

Jarum jam menunjuk ke angka 01.30 , mimpi buruk lagi .
Aku sering terbangun tengah malam karena mimpi ini selalu menghantuiku.
Seperti malam ini, aku kembali terbangun...seperti sebuah video yang di putar ulang aku melihat dan merasakan dengan jelas betapa pahitnya masa kecilku dulu.
Meskipun kejadian itu beberapa tahun yang lalu tapi entah mengapa aku selalu menangis mengingatnya dan biasanya badanku menjadi panas dan aku selalu demam sesudahnya.

Aku memang hitam, tidak seperti kakakku yang berkulit putih dan wajahku bulat sedangkan kakakku wajahnya lonjong ditambah lagi dengan tubuhku yang agak gendut.
Aku sering mendengar tetangga- tetangga bertanya pada Ibu, apakah aku anak kandung Ibu karena aku hitam dan wajahku tidak ada mirip-miripnya dengan wajah Ibu dan Bapak.
Maka tak heran di waktu kecil orang-orang sering memangilku si hitam, ndut... anak pungut.
Aku hanya diam , aku tak pernah menanggapi mereka aku hanya berlari kebelakang dan menangis sepuasnya disitu.

Aku juga sering merasa ibu bersikap tak adil padaku atau mungkin itu hanya perasaanku saja ?? tapi entahlah.... aku tak tau....tapi itulah yang kurasakan waktu itu.


 Waktu kecil aku pernah merengek pada ibu meminta sebuah baju yang modelnya seperti punya kakakku., baju itu sangat bagus warnanya orange tapi ibu tak mau membelikannya untukku,

“ kalau kamu mau kamu ambil punya kakakmu aza yang warna biru kan modelnya sama, sedangkan yang orange itu untuk kakakmu” kata Ibu padaku.

Aku hanya diam dan menggelemkan kepala, aku tak mau memakai baju bekas kakakku karena aku menginginkan baju orange itu, masa aku di suruh pakai baju bekas sedangkan yang baru mau diberikan ke kakakku dan itu semakin membuat aku yakin kalau aku adalah seorang anak pungut.

Kamipun pulang tanpa membawa baju orange itu, sepanjang jalan pulang aku hanya diam aku berusaha menahan air mataku, karena aku tidak mau ibu melihat aku menangis...dari kecil aku tidak suka orang melihatku menangis, aku hanya menangis jika aku sendiri dan tempat favoritku adalah di toilet .
Aku sering sekali mengurung diri di situ.

Jika aku bertengkar dengan kakakku, ibuku selalu bilang “ yang muda harus ngalah sama yang tua”, sedangkan jika aku bertengkar dengan adeku, ibu akan bilang “ yang tua harus ngalah sama yang muda”.
Yach, aku benar-benar bingung dengan ibu, tapi seperti biasa aku hanya diam dan berlari ke belakang dan menangis.


 Pernah suatu hari ketika aku sedang tidur, aku terbangun karena wajahku di lempar dengan menggunakan kotak kaset dan aku melihat Ibu berdiri sambil tersenyum karena sasarannya salah ,sebenarnya Ibu mau melempari Adeku yang lari kearahku dan Adeku mengindar maka akulah yang kena.
Ibu berlalu tanpa meminta maaf , Ibu tak pernah tau betapa sakitnya wajahku dan betapa terlukanya hatiku....tapi seperti biasa aku hanya diam.
Meskipun aku tau itu bukanlah suatu kesengajaan tapi sikap Ibu itu sangat melukai hatiku.
Ada masih banyak penolakan dan penghinaan juga hal lain lagi yang sangat menyakiti dan melukai masa kecilku dan semua itu selalu hadir dalam mimpi-mimpiku sangat...sangat menyiksaku.

Ketika aku mulai besar, aku sangat suka melawan ibu, aku sangat senang jika ibu menangis, hatiku sangat puas ..... Apa yang ibu bilang “ jangan “ aku selalu lakukan sedangkan yang ibu suruh aku lakukan tidak aku lakukan.
Ya, hitung-htung balas dendam .

Ketika aku lulus SMP aku tidak mau melanjutkan sekolah, aku sudah tidak tertarik dengan sekolah.
Tapi entah bagaimana aku mau saja ketika Ibu mengantarkan aku kekota B dan memasukan aku di sekolah asrama, SMA BETH Bjb


 Di sekolah itu setiap pagi sebelum sarapan selalu diadakan renungan pagi, dan setiap siang sepulang sekolah di adakan persekutuan doa dan setelah makan malam ada renungan malam.
Setiap siswa di wajibkan mengikuti renungan pagi dan renungan malam sedangkan persekutuan doa, bagi siapa yang mau tidak di wajibkan.


Awalnya aku mengira kehidupan di asrama itu sangat menyenangkan karena di komplek itu semua adalah orang-orang Kristen tapi ternyata sangat jauh berbeda dengan apa yang ku pikirkan, aku agak kecewa tapi aku tetap bersyukur karena di situ aku mengenal yang namanya Kasih Mula-Mula itu aku mengenal TUHAN yang sangat mengasihi aku.

Aku juga mulai sadar bahwa sikapku pada Ibu sangat keterlaluan, aku tau Ibu sangat menyayangi aku cuma caranya mengungkapkannya itu berbeda. Selama aku di asrama ibu sering mengirimkan aku baju, baju yang ibu jahit sendiri dari kain sisa pemberian tanteku.

Dan di asrama juga aku mulai suka puisi, aku ingat saat itu aku membaca sebuah puisi yang ada di kalender sekolahku, puisi itu berjudul
ANAKKU, karangan Patricia J Hawker


 Anak-KU....
AKU tak bisa memilih jalan
Yang harus kau lalui
Biarlah hatimu yg memimpinmu
Dalam apapun yang kau cari

Engkau adalah anak-KU, harta-KU
Sulit untuk melepaskanmu
sekalipun perjalananmu akan jauh
AKU harus membiarkanmu bertumbuh

Apabila perjalananmu melemahkanmu
Oleh karna tuntutan-tuntutannya
AKU akan berjalan di sisimu
Ulurkan tanganmu, dan peganglah tangan-KU

Apabila engkau meminta, AKU berjanji
Untuk berjalan bersamamu... sampai akhirnya
Tetapi kasih-KU akan tetap
Ketika engkau berbelok.

Aku menangis membacanya dan aku menyalinnya di buku catatanku. Aku membayangkan TUHAN berbicara seperti itu padaku.


 Sampai sekarang aku masih sering bermimpi buruk tentang masa kecilku,jika dulu aku menangis ketika terbangun sekarang ketika aku terbangun dari mimpi buruk itu aku hanya tersenyum dan berkata aku adalah anak-NYA...aku adalah harta-NYA, aku berharga di mata-NYA...asalkan DIA sayang aku aku tak peduli apapun .

Ya, aku memang tidak bisa melupakan masa laluku,tidak bisa menghentikan mimpi-mimpi buruk itu dan menghapus penolakan dan penghinaan itu tapi aku sudah berdamai dengannya, dengan semua yang telah mempengaruhi masa kecilku.
Salah satu ayat favoritku adalah;

" Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang " (AMSAL 23:18)
" Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU" ( YES 49:16a)

N/B : Jangan pernah menghina seseorang karena penampilan pisiknya meskipun dia hanya seorang anak kecil, meskipun dia hanya diam karena itu akan mempengaruhi hidupnya selama bertahun-tahun dan mungkin seumur hidupnya.


(27-01-2013)



Friday, January 25, 2013

BIARLAH SEMUA TAHU....

Aku terus berlari...
Aku tak ingin kembali...
Akan ku bawa semua luka dan nyeri...
Akan ku tutupi dengan wajah berseri...

Ku merintih dengan bernyanyi...
Ku meratap dengan tertawa...
Tak kan ku lepas topeng ini...
Biarlah semua mengira aku baik-baik saja.

Hingga ku sadari...
Aku tak kuat lagi...
Lelah dengan semua kemunafikan ini...
Lelah dengan semua kepalsuan ini...

Dan akupun kembali...
Tersungkur dikaki-MU...
Mencurahkan smua ratap tangisku... luka nyeriku
Biarlah semua tau betapa rapuhnya aku.... dihadapan-MU.


Palangkaraya, 25 -01-2013






Sunday, January 20, 2013

BUKAN Dia...TAPI DIA

Dia membawaku terbang bersamanya.
Melayang-layang dilangit biru merasakan lembutnya awan, melewati taman bunga, menyebrangi laut, hutan dan gunung-gunung, menikmati smua keindahan dunia.
Sungguh mempesona...dia membuat aku bebas, lepas... aku sangat bahagia bersamanya..
Aku memandang wajahnya,,,sungguh..aku tak ingin jauh darinya, dia milikku, aku miliknya..." aku tak akan meninggalkanmu ", janjinya padaku.

Setelah melepas lelah sejenak kami terbang lagi, berputar-putar menari-nari...seakan dunia ini milik kami.
Tapi... tanpa kami sadari seorang pemburu sudah mengincar keberadaan kami.
Pemburu itu membidikan senapannya dan tepat mengenai aku, aku terluka..terjatuh dan sayapku patah.
Melihatku terjatuh dia hanya mengepakan sayapnya, menatapku lalu pergi meninggalkan aku yang sekarat.
Dia tidak pedulikan rintihanku padahal baru saja dia berjanji tidak akan meninggalkan aku.

Dengan sisa tenanga... aku berusaha sembunyi, aku tak mau pemburu itu menemukan aku dan menjadikan aku santapannya.
Aku berhasil sembunyi, pemburu itu kebingungan mencariku dan akhirnya dia meninggalkan aku.
Kurasakan darah smakin banyak mengalir, perih sekali...ada peluru yang bersarang di situ.


 Aku kepakan sayapku, aku berusaha terbang tapi aku terjatuh, aku coba lagi.... tapi lagi-lagi akupun terjatuh lagi....
Aku menangis menjerit-jerit memanggilnya berharap dia mau kembali menolongku....
Aku sangat kesakitan tapi dia tak datang untukku.

Mungkinkah aku akan berakhir disini ???
Aku memang bodoh begitu saja percaya padanya.
Aku memnyesal ?? ya,, sangat !!
Hari mulai gelap, aku sangat lelah, kelaparan, kehausan di tambah lagi dengan sayapku yang patah.
Aku pejamkan mata berharap smua ini akan berlalu, jika harus berakhir biarlah berakhir sekarang.

Tiba-tiba ada yang mendekat...itu pasti dia...aku membuka mata dan aku kecewa ternyata bukan dia tapi DIA.
Aku malu karna dulu aku sering menolak ajakan-NYA untuk terbang bersama-NYA.
Aku meninggalkan-NYA dan aku lebih memilih dia dan terbang bersamanya..bersama dia yang meninggalkan aku.


 DIA tersenyum menatapku dan menyuruhku naik di punggung-NYA, DIA membawa ku terbang tinggi hingga kami sampai di sarang-NYA.
DIA membaringkan aku di sarang-NYA yang hangat.
DIA mengeluarkan peluru itu dan menutupi bagian yang terkena peluru itu dengan daging-NYA sehingga tangan-NYA menjadi berlobang dan ada darah disana, tetapi aku... jadi pulih karena-NYA.

DIA berkata padaku :
" AKU sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan AKU sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau "
(IBRANI 13 : 5b)


Palangkaraya, 20-01-2013

Thursday, January 17, 2013

DIA TERLUKA KARENAKU

Kuingin terbang tinggi...
Berkepak-kepak kesana kmari...
Menghirup bunga mewangi...
Menikmati indah pelangi...
Terbang lebih tinggi...

Ah,,,,itu dulu...
Kini...aku hanya bisa memandang...
Aku tak bisa lagi terbang...
Kedua sayapku tlah patah....
Luka parah dan terbelah...

Di semak duri aku terkapar...
Darah deras mengalir...
Dan aku tak mampu mengindar...
Hanya bisa merintih...
Menikmati tajamnya duri-duri menusuk tubuhku.

Ah, andai sayapku tak patah...
Andai waktu itu aku berhati-hati...
Ah, andai....
Tapi... smua sudah terjadi...
Menangispun tiada arti....


 Awan hitam berarak...langit begitu pekat...
Dan...sebelum hujan berjatuhan menerpaku...
Sepasang tangan mengangkatku...
Mendekap erat aku...
Menghangatkan tubuhku yang hampir beku...

DIA membersihkan luka-lukaku...
Mengobatinya dengan darah-NYA...
Dan lihat.....sepasang sayapku yang patah...
Menjadi pulih terkena tetesan darah-NYA...
Sedangkan DIA....DIA menjadi terluka karnaku


Palangkaraya, 17-01-2-13

Wednesday, January 16, 2013

JIKA HARUS JATUH

Coba bertahan...
Tetap berjalan...
Meski cobaan...
Kian menekan...

Berdiri tegak...
Di tengah onak...
Tanpa berontak
Tunduk pada kehendak Sang Khalik..

Abaikan luka, pedih dan perih...
Tetap tegak tak boleh jatuh...
Jikapun harus jatuh...
Biarlah jatuh tersungkur di kaki-MU..

Palangkaraya, 14-11-2012

JANGAN TAKUT


Mengapa hatimu bimbang ?
Mengapa hatimu terombang-ambing ?
Mengapa kau ingin menyerah sebelum berperang ?
Mengapa kau begitu menyukai kalah daripada menang ?

Hidup adalah perjuangan...
Setiap hari adalah pertandingan...
Jika menyerah kau akan kalah...
Jika bertahan dan terus maju kau pasti akan menang !

Sebab DIA sudah berfirman :
“ Janganlah takut, sebab AKU menyertai engkau,
Janganlah bimbang , sebab AKU ini ALLAHmu;
AKU akan memegang engkau dengan tanganKU yang membawa kemenangan “
( YESAYA 41:10)
 
Palangkaraya, 23-10-2012

KEMANAKAH AKU PERGI ??? (MAZMUR 139)

Kemanakah aku pergi ?
Kemanakah aku lari ?
Kemanakah aku sembunyikan diri ?
Ke ujung langit ?
Ke dasar laut ?
Atau ke dunia orang mati ?

KAU ada di sana...
Di tempat tergelap KAU ada...
KAU tuntun aku, KAU pegang tanganku...
KAU tau ketika aku duduk atau berdiri...
KAU memerikasa aku, sgala jalanku KAU maklumi...
Sbelum lidahku berkata-kata, KAU mengetahuinya...


KAU yang membentuk buah pinggangku...
KAU yang memenunku dalam kandungan ibuku...
KAU yang melihat ketika aku masih bakal anak...
KAU menulis dalam kitab-MU...
Dari depan dan dari blakang KAU mengurung aku...
Sbelum lidahku berkata-kata , ENGKAU tau...



Kemanakah aku bisa pergi dari-MU ?
Kemanakah aku bisa melarikan diri dari-MU ?
Aku tak kan bisa, aku tak mampu...
KAU tak mau melepasku...
Dengan berbagai cara KAU bawa aku kembali...
Sungguh ajaib karya-MU, dasyat perbuatan-MU...
Terimakasih TUHAN...jiwaku benar-benar menyadarinya.
 
Palangkaraya, 08-10-2012